Sarapan Ala Bikers

Alarm udah bunyi dari jam 4 subuh, tapi mata beraaaaaaat sekali rasanya untuk dibuka.., klo tak teringat dengan janji ajakan sarapan, mungkin mata, nyawa  tetap tidak akan bersahabat. ^_^
Setelah janjian ketemuan dengan mas agus d simpang gang depan kost-kostannya, qta berdua ke rumah mas trio, karena yang punya gawe adalah mas trio. Eeeeehh nyampe rumahnya, yang ada dia masi males-malesan dan belum get ready..

suasana pagi yang cerah..

Setelah beberes, akhirnya kita ber3 meluncur ke TKP.. tempatnya lumayan jauh sekitar 17 km menuju utara. Jalan yang kita tempuh bukan melewati jalan Kaliurang, jalan biasa jika akan menuru arah utara, namun jalan yang kita lalui adalah jalan dalam melewati perumahan perumahan penduduk. Jalan yang masih teduh, udara masih sangat segar dan yang pasti masih sangat sepi, karena waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi.

Pukul 6 pagi di Jogja sudah sangat terang. Sangat memungkinkan untuk beraktivitas di luar rumah. Ada beberapa ibu yang menyapu halaman, anak-anak yang masih memakai baju tidur dan muka belum dicuci termenung di depan rumah, ada juga beberapa orang yang sudah siap-siap dengan sepeda mereka . Nggowes istilah yang sedang ngetrennya.

Perjalanan pagi ini sangat santai, jikalau tak mengingat motornya mas agus perlu minuman, mungkin kita tetap akan terus santai hingga mencapai tujuan. Tak lama kita menuju jalan besar yakni jalanKaliurang, mencari SPBU terdekat untuk minum motornya mas agus.

Setelah dari SPBU, sepanjang jalan Kaliurang (jakal) pemandangan berubah lagi. Sepanjang jalan yang terlihat adalah para biker yang semangat bersepeda. Jangan ditanya keringat yang mengalir dari tubuh mereka mengingat jalan ini jalan yang sedikit menanjak.

Suasana jalan menuju ke utara relatif sepi dan pemandangan tetap masih berbau pedesaan, udara yang segar dan semakin banyak biker. 

Akhirnya sampai ke pertigaan, kita ngambil jalan lurus aja, namun awalnya agak heran, tempatnya kok sepi, sebuah tanah kosong yang, terdapat bangunan tua yang sudah tak berpenghuni, ada beberapa pohon ceri, rumput liar yang subur…
Namun, dipenghujung jalan ternyata pemandangan begitu bertolak belakang.., disana telah terparkir puluhan sepeda para bikers yang sedang istirahat, bercanda dan menikmati sarapan .

Hoaaaa, ternyata ternyata ternyata…, inilah meeting point para bikers itu. Mereka sangaaaaat rame., tertawa, selonjoran, nyruput teh, makan gorengan, sharing., (dalam hati………andai bersepeda juga …., mungkin akan terasa lebih nikmat sarapan pagi ini)

Meeting point inilah tempat sarapan yang dijanjikan mas trio itu. Jangan membayangkan tempatnya adalah sebuah tempat yang mewah, bangunan batu , baru dan embel2 modern lainnya. Tempat ini adalah sebuah warung kecil, ( mengapa aq katakan kecil karena untuk lewat d pintunya harus gantian, entah karena body ku yg besar atau karena ruameeenya sehingga sedikit berdesakan. Dan juga klo mau masuk ke bagian dalam warung , yg memiliki postur tubuh beda harus hati-hati dengan kepala kalau gak mau kejedot)

Hal pertama yang ku perhatikan dari warung ini adalah, koleksi gelas mereka yang pasti melebihi 10 lusin. Karena saking banyaknya pengunjung, gak mungkin mereka akan cepat mencuci dan mengeringkan gelasnya, jadi mau gak mau mereka harus punya gelas yg banyak.

Menu sarapan disini adalah menu yang sederhana, dari minuman teh hangat, berbagai jenis gorengan, pisang rebus , hingga arem-arem. harganya relatif sangat murah.. qta bertiga makan sampe full cuma bayar 20 ribu. Sedikit penasaran dengan pengolahan makanan, aq mencoba untuk masuk kedapur mereka dengan alasan ingin kebelakang ( padahal emang beneran mau setor.., dingin  dingin dingin..) .

rebutan milih menu sarapan

Didapur, ternyata masi ada beberapa orang yang masih dan sedang mengolah beberapa menu. ada yang sedang menggoreng tahu isi dan membuat tahu isi. Lumayan bersih. mereka menggoreng masi menggunakan tungku. Memasak dengan menggunakan kayu bakar, masih sangat tradisional.

Hal menarik lain yang ditemui pagi ini adalah adanya seorang bapak yang sangat pinter membaca keadaan, ia berjualan berbagai aksesoris bersepeda, dari baju, celana, kacamata hingga lonceng untuk sepeda. Iseng-iseng mendekati penjual, melihat transaksi yang terjadi, seorang pembeli sedang nego harga sebuah baju untuk para bikers dengan harga jadi 80 ribu Rupiah.

 

 

 

Setelah kenyang , qta memutuskan untuk melanjtkan perjalanan ke atas.  hmm lagi -lagi.., walau jalan menanjak, tak menyurutkan niat mereka untuk terus naik ke Kaliurang. ternyata diatas pun sudah begitu banyak pengendara sepeda yang sudah menikmati udara segar kaliurang.

hmm, pemandangan yang sangat langka yang tidak bisa kutemui di kota ku. ( kota ku kan gak ada gunung hahahahhaaaaa)

Advertisements

5 responses to this post.

  1. aku dah pernah kesnaa fit, aku malah rutenya berbeda, naik sepeda tuaku, dari jalan magelang, melewati turi, dan sampilah di tempat itu, nongkrong sama temen2 bikers di sana, lumayan vit, buat pelangsingan,,, hehehe

    Reply

    • wkwkwk, body langsing, betis mblendung , bengkak kak kak …

      Reply

    • lahhh.. wis langsing, nympe kntrakan dikasih jatah penuh sm istrine mz ..fiq..
      hahaha. btw itu kan crta bikers yg tlah lalu, yg minggu kmrn mn mz fiq?? bukannya temen2 udh k sana kan? ayo d posting lahh.. biar seru, ada cerita selanjutnya. tentunya dngan ksan yg brbeda juga dunkkzzz.. 🙂

      Reply

  2. Hwoaaaa… asiknya! wisata sepeda plus sarapan gorengan! Langsung termehek-mehek mbacanya… hehehe… – Agnes Bemoe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: