Idrus Tintin

foto tentang landmark atau simbol, tanda, penanda terhadap suatu keadaan, situasi atau daerah tertentu

sedikit mengulas, info dari tante wiki ( http://en.wikipedia.org/wiki/Landmark)

Landmark In modern usage, a landmark includes anything that is easily recognizable, such as a monument, building, or other structure. In American English it is the main term used to designate places that might be of interest to tourists due to notable physical features or historical significance. Landmarks in the British English sense are often used for casual navigation, such as giving directions. This is done in American English as well.
In urban studies as well as in geography, a landmark is furthermore defined as an external point of reference that helps orienting in a familiar or unfamiliar environment. Landmarks are often used in verbal route instructions and as such an object of study by linguists as well as in other fields of study.
A variant is a seamark or daymark, a structure usually built intentionally to aid sailors navigating featureless coasts. An example is the tower at Walton-on-the-Naze in England.

Nah , dengan berbekal dengan kamera dan tunggangan kesayangan, perjalanan dimulai dari rumah pastinya menuju ke landmark terdekat , yakni sebuah komplek bangunan yang terletak di jalan Jend. Sudirman. Ada yang mengatakan kompleks bangunan ini dengan nama Purna MTQ, namun ada juga yang menyebutnya dengan nama Taman Tasik Labuai.

Tempat dibangun untuk penyelenggaraan MTQ Nasional ke XVII, tahun 1994 yang lalu. Di arena ini kita dapat menikmati suasana santai yang mengasyikkan sambil menyantap berbagai macam makanan yang banyak di jual, mulai dari makanan ringan seperti jagung bakar, hingga makanan yang mengenyangkan ada tersedia di sini. Berbagai konser dan pentas seni juga dapat kita saksikan, baik di halaman purna MTQ ini maupun di dalam gedung/hall.

Purna MTQ merupakan pusatnya tempat nongkrong para remaja dan pemuda kota bertuah Pekanbaru, jangan terkejut bila berkunjung pada sore hari banyak anak muda yang menghabiskan waktu mereka disini dengan berbagai hal, dan pada subuh hari-hari libur tempat ini selalu ramai. Selain itu kita dapat pula berkeliling-keliling untuk melihat berbagai rumah adat setiap kabupaten dan kota se-propinsi Riau.

Anjungan Idrus Tintin

Pada pusat lokasi ini berdiri dengan megahnya Anjung Seni Indus Tintin yang kini menjadi salah satu ikon budaya di Pekanbaru.

Dengan ketinggian setara gedung tiga lantai bangunan ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. jika anda berkesempatan untuk masuk ke dalamnya anda akan melihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.

Anjungan Seni ini juga menjadi tempat dilaksanakannya acara puncak Festifal FIlm Indonesia tahun 2008 . Kini Anjungan Seni Idrus Tintin ini seperti berubah menjadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya.

Mengapa Idrus Tintin???

Idrus Tintin, dilahirkan di Rengat, Riau, 10 November 1932, dari seorang emak bernama Tiamah dan bapak bernama Tintin. Ibunya Tiamah, berasal dari Penyimahan dan menetap di Enok Dalam, Melayu Timur, Indragiri (sekarang termasuk wilayah Indragiri Hilir, Riau). Sementara bapaknya Tintin, berasal dari Lubuk Ambacang, Indragiri (sekarang termasuk wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau).
Untuk menimba ilmu dan memperluas wawasan seni peran yang telah ia geluti, pada tahun 1959, ia memutuskan mengembara ke Pulau Jawa. Di sinilah, Idrus berkenalan dengan seniman-seniman Jawa antara lain; Asrul Sani, Rendra, B. Jayakesuma, Soekarno M. Noor, Ismet M. Noor, Teguh Karya, Chairul Umam, dan seniman lain. Pertemuan inilah yang menjadi titik tolak perkenalan Idrus dengan seni peran/teater modern/kontemporer.
Idrus Tintin meninggal dunia pada tanggal 14 Juli 2003 di usia 71 tahun, akibat penyakit stroke. Ia meninggalkan 7 orang anak dan dua orang istri, Mahani dan Masani. Ia dikebumikan di pemakaman raja-raja Rengat, berdekatan dengan Masjid Raya Rengat Indragiri Hulu.

ia pernah menjadi salah seprang  penerima Anugrah Sagang (Penghargaan Seni Paling Bergengsi di Tanah Lancang Kuning).

Advertisements

4 responses to this post.

  1. Coba tanya Mall yang di pku, pasti saya tau….
    hehehe….

    postingannya keren, Miss.

    Reply

    • hahah, tipe abg sekarang, anak mall..
      (setelah sepeninggalan saya, belum ada tanah kosong atau bangunan yg disulap jd mall kan) …
      *cemas terlewatkan diskon grand openingnya hahahahhaha..

      Reply

  2. jd pingin k pekan br k’. biar g penasaran ma idrus.. hahaha

    Reply

  3. hayuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkk, kapaaaaaaaann di tunggu ( asal g balas jawab dengan d tunggu undangannya gubraaaaakk )

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: